Selasa, 13 November 2012

Lirik Lagu Nasyid Galau Aku Tanpa-Mu

Terdiamku merasakan keheningan
suara malam membimbing langkahku menuju syahdu bersamamu
ku berucap diri bahwa aku malu..
terlalu jauh aku melangkah terlalu sombong aku padamu..
Ya rabbi ini aku.. Tuhanku aku padaMu..
Aku takkan bisa bilang hidup tanpa cintaMu ya Allah..
walau sedetikpun ku mencoba berdiri dengan galau dihati 
tanpa bimbinganMu ku takkan pernah bisa bertahan..
Dulu aku tak kuasa ku berdiri
Allah engkaulah yang Maha Baik
Kau yang selalu ada bantu aku
ku tak ingin lepas dari pelukanMu
Jangan biarkan aku melangkah
Menjauh pergi dari cintaMu..

Bagaimana Menjadi Guru Profesional..


Menjadi Guru yang Profesional

Ada pepatah yang mengatakan, “ Guru digugu dan ditiru.” Artinya, seorang guru dipercaya dan menjadi teladan atau contoh bagi muridnya. Apapun yang dibicarakan dan dilakukan oleh seorang guru, apalagi memang diperintahkan, kemungkinan besar akan diikuti oleh muridnya. Bahkan, muridnya bisa mengembangkan lebih jauh dibandingkan gurunya. Sehingga, tidak heran jika ada pepatah lain yang mengatakan, “Guru kencing berdiri, murid kencing berlari.”
Pepatah yang terakhir menggambarkan bahwa murid melakukan peniruan tingkah laku dari seoang guru yang kurang sopan dalam kacamata etika. Murid menirunya dan bertingkah laku yang lebih tidak sopan. Misalnya, gurunya hanya kencing berdiri, namun muridnya semakin mengembangkan menjadi kencing sambil berlari. Oleh karena itu, tingkah laku kurang sopan sangat tidak pantas dilakukan seorang guru karena sangat berbahaya jika ditiru dan dikembangkan oleh muridnya. Tidak ada persoalan jika murid meniru dan mengembangkan keilmuan yang dimiliki oleh gurunya. Bahkan merupakan sebuah keharusan, seperti penemuan atau pemikiran guru dibidang fisika, kemudian dikembangkan  oleh murid melebihi penemuan dan pemikiran gurunya. Demikian juga, berkenaan dengan etika yang baik, murid harus menirunya.
Sehubungan dengan itu dapat disimpulkan secara sederhana bahwa guru merupakan sumber ide, pengetahuan, nilai, kultur muridnya. Artinya, seorang guru dalam pendidikan berkonstribusi untuk meningkatkan sumber daya manusia(SDM), selain buku yang berkualitas dan sarana gedung.
Konstribusi seorang guru tidak hanya dirasakan oleh segelintir murid didalam kelas. Namun, konstribusinya juga dapat dirasakandalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Bahkan diseluruh dunia segala sesuatu yang diperoleh murid dari gurunya, baik secara langsung ataupun tidak, mungkin dipraktikkan dalam kehidupannya.
Oleh karena itu, guru dituntu harus profesional meningat peran guru yang begitu besar dalam kehidupan masyarakat. Guru profesional adalah guru yang mampu meminimalisir kesalahan-kesalahan yang dapat terjadi dalam kegiatan belajar mengajar.
Secara konkret, keprofesionalan seorang guru dapat dilihat dari keberhasilan muridnya dalam proses belajar mengajar. Oleh karena itu, keberhasilan seorang guru juga dapat diukur dari keberhasilan muridnya. Seorang guru tidak punya nilai apa-apa  jika muridnya tidak meraih hasil dari proses belajar mengajar, baik disekolah maupun dalam kehidupan bermasyarkat, yang dibuktikan dengan prestasi dan peran pentingnya dalam kehidupan bermasyarkat. Faktor ketidakberhasilan guru dapat disebabkan oleh berbagai hal. Diantaranya ialah sarana dan prasarana pendidikan yang kurang memadai kesahteraan guru kurang diperhatikan, dan tidak adanya hubungan antara wali murid atau orang tua murid dengan guru sehingga tidak ada kesinambungan proses belajar mengajar disekolah dan rumah.
Selanjutnya faktor yang paling dominan yang menyebabkan ketidakberhasilan guru adalah kesalahan- kesalahan fatal , baik disengaja maupun tidak yang dilakukan saat kegiatan belajar mengajar. Misalnya berkomunikasi tidak efektif, membantu menjawab soal ujian, tidak mengikuti perkembangan zaman, dan lain-lain.
Sementara itu, faktor yang berkaitan dengan sarana dan prasarana, serta gaji guru bisa dieliminasi, sebagaimana yang dicontohkandalam film “Laskar Pelangi”. Oleh karena itu, semangat dan prestasi belajar murid disekolah tidak favorit sama dengan  semangat dan prestasi belajar murid disekolah tidak favorit. Ini merupakan manifestasi dan bukti dari keberhasilan seorang guru profesionalyang tidak tergantung sepenuhnya pada sarana dan prasarana maupun kesejahteraan dirinya. Walaupun demikian, sarana dan prasaranserta masalah kesejahteraan guru tetap menjadi harapan besar untuk semakin menunjang keberhasilannya.
Sehubungan dengan itu, sekolah yang lengkap dari segi sarana dan prasarana akan semakin baik jika ditunjang dengan guru-guru yang profesional. Apa artinya gedung sekolah yang mewah, instrumen belajar mengajar yang lengkap, dan administrasi yang bagus, bila tidak ada guru profesional didalamnya? Lebih parah lagi, apa jadinya jika sekolah yang sarana dan prasarananya kurang memadai, tetapi masih ditambah dengan guru yang tidak profesional?
Patut untuk diakui, tidak ada manusia yang tidak pernah berbuat kesalahan dalam menjalankan profesi apa pun, termasuk berprofesi sebagai guru. Namun, dengan mengenali dab memahami berbagai kesalahan paling fatal yang dilakukan oleh gutu, diharpkan seorang guru dapat berusaha menhgindari atau paling tidak meminimalisir kesalahan-kesalahan yang bisa muncul selama kegiatan belajar mengajar sehingga status guru profesional yang dicita-citakan dapat diraih oleh guru, serta menghadirkan kesuksesan bagi guru dan muridnya.

Berikut 25 Ragam Kesalahan Guru dalam Belajar Mengajar yang dikutip dari buku karya Masykur Arif Rahman :
1.      Duduk diatas meja ketika mengajar
2.      Mengajar sambil merokok
3.      Mengajar sembari makan
4.      Mengajar sembari bermain handphone
5.      Tidur saat mengajar
6.      Menganggap diri paling pandai
7.      Mengajar secara monoton
8.      Tidak disiplin
9.      Sering bolos
10.  Komunikasi tidak efektif
11.  Berpakaian tidak rapi
12.  Tidak melakukan evaluasi
13.  Membiarkan murid saling mencontek
14.  Membocorkan rahasia ujian
15.  Mengubah perolehan nilai murid
16.  Membuat soal ujian yang tidak diajarkan
17.  Mengajarkan permusuhan dan kebencian
18.  Mengajarkan porno
19.  Melakukan pelecehan seksual
20.  Tidak peduli dengan presensi murid
21.  Diskriminatif
22.  Tidak mempertahankan perbedaan individual
23.  Tidak bisa mengoperasikan media pembelajaran
24.  Mengajar di luar bidang
25.  Tidak mengikuti perkembangan zaman

 Sumber : Kesalahan-Kesalahan Fatal yang Paling Sering Dilakukan Guru dalam Kegiatan Belajar -Mengajar karya Masykur Arif  Rahman (2011)

Jumat, 27 Januari 2012

Cara Berbakti Kepada Orang Tua

32 Cara berbakti Kepada Orang Tua

Bismillah….
Sahabatku..Sudahkah kita berbakti kepada kedua orang tua kita. Berikut ada nasehat dari Asy Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu yaitu 32 Cara Berbakti Kepada Orang Tua :
1.    Berbicaralah kamu kepada kedua orang tuamu dengan adab dan janganlah mengucapkan “Ah” kepada mereka, jangan hardik mereka, berucaplah kepada mereka dengan ucapan yang mulia.
2.    Selalu taati mereka berdua di dalam perkara selain maksiat, dan tidak ada ketaatan kepada makhluk di dalam bermaksiat kepada sang Khalik.
3.   Lemah lembutlah kepada kedua orang tuamu, janganlah bermuka masam serta memandang mereka dengan pandangan yang sinis.
4.   Jagalah nama baik, kemuliaan, serta harta mereka. Janganlah engkau mengambil sesuatu tanpa seizin mereka.
5.    Kerjakanlah perkara- perkara yang dapat meringankan beban mereka meskipun tanpa diperintah. Seperti melayani mereka, belanja ke warung, dan pekerjaan rumah lainnya, serta bersungguh- sungguhlah dalam menuntut ilmu.
6.      Bermusyawarahlah dengan mereka berdua dalam seluruh kegiatanmu. Dan berikanlah alasan jika engkau terpaksa menyelisihi pendapat mereka.
7.   Penuhi panggilan mereka dengan segera dan disertai wajah yang berseri dan menjawab, “Ya ibu, ya ayah”. Janganlah memanggil dengan, “Ya papa, ya mama”, karena itu panggilan orang asing (orang-orang barat maksudnya –pent.).
8.      Muliakan teman serta kerabat mereka ketika kedua orang tuamu masih hidup, begitu pula setelah mereka telah wafat.
9.    Janganlah engkau bantah dan engkau salahkan mereka berdua.Santun dan beradablah ketika menjelaskan yang benar kepada mereka.
10. Janganlah berbuat kasar kepada mereka berdua, jangan pula engkau angkat suaramu kepada mereka. Diamlah ketika mereka sedang berbicara, beradablah ketika bersama mereka. Janganlah engkau berteriak kepada salah seorang saudaramu sebagai bentuk penghormatan kepada mereka berdua.
11.  Bersegeralah menemui keduanya jika mereka mengunjungimu, dan ciumlah kepala mereka.
12.  Bantulah ibumu di rumah. Dan jangan pula engkau menunda membantu pekerjaan ibumu.
13.  Janganlah engkau pergi jika mereka berdua tidak mengizinkan meskipun itu untuk perkara yang penting. Apabila kondisinya darurat maka berikanlah alasan ini kepada mereka dan janganlah putus komunikasi dengan mereka.
14.  Janganlah masuk menemui mereka tanpa izin terlebih dahulu, apalagi di waktu tidur dan istirahat mereka.
15.  Jika engkau kecanduan merokok, maka janganlah merokok di hadapan mereka.
16. Jangan makan dulu sebelum mereka makan, muliakanlah mereka dalam (menyajikan) makanan dan minuman.
17. Janganlah engkau berdusta kepada mereka dan jangan mencela mereka jika mereka mengerjakan perbuatan yang tidak engkau sukai.
18.  Jangan engkau utamakan istri dan anakmu di atas mereka. Mintalah keridhaan mereka berdua sebelum melakukan sesuatu karena ridha Allah tergantung ridha orang tua. Begitu juga kemurkaan Allah tergantung kemurkaan mereka berdua.
19. Jangan engkau duduk di tempat yang lebih tinggi dari mereka. Jangan engkau julurkan kakimu di hadapan mereka karena sombong.
20.  Jangan engkau menyombongkan kedudukanmu di hadapan bapakmu meskipun engkau seorang pejabat besar. Hati- hati, jangan sampai engkau mengingkari kebaikan- kebaikan mereka berdua atau menyakiti mereka walaupun dengan hanya satu kalimat.
21. Jangan pelit dalam memberikan nafkah kepada kedua orang tua sampai mereka mengeluh. Ini merupakan aib bagimu. Engkau juga akan melihat ini terjadi pada anakmu. Sebagaimana engkau memperlakukan orang tuamu, begitu pula engkau akan diperlakukan sebagai orang tua.
22.Banyaklah berkunjung kepada kedua orang tua, dan persembahkan hadiah bagi mereka. Berterimakasihlah atas perawatan mereka serta atas kesulitan yang mereka hadapi. Hendaknya engkau mengambil pelajaran dari kesulitanmu serta deritamu ketika mendidik anak- anakmu.
23. Orang yang paling berhak untuk dimuliakan adalah ibumu, kemudian bapakmu. Dan ketahuilah bahwa surga itu di telapak kaki ibu-ibu kalian.
24.  Berhati-hati dari durhaka kepada kedua orang tua serta dari kemurkaan mereka. Engkau akan celaka dunia akhirat. Anak-anakmu nanti akan memperlakukanmu sama seperti engkau memperlakukan kedua orangtuamu.
25.  Jika engkau meminta sesuatu kepada kedua orang tuamu,mintalah dengan lembut dan berterima kasihlah jika mereka memberikannya. Dan maafkanlah mereka jika mereka tidak memberimu. Janganlah banyak meminta kepada mereka karena hal itu akan memberatkan mereka berdua.
26.  Jika engkau mampu mencukupi rezeki mereka maka cukupilah, dan bahagiakanlah kedua orangtuamu.
27. Sesungguhnya orang tuamu punya hak atas dirimu. Begitu pula pasanganmu (suami/istri) memiliki hak atas dirimu.Maka penuhilah haknya masing-masing. Berusahalah untuk menyatukan hak tersebut apabila saling berbenturan. Berikanlah hadiah bagi tiap- tiap pihak secara diam-diam.
28. Jika kedua orang tuamu bermusuhan dengan istrimu maka jadilah engkau sebagai penengah. Dan pahamkan kepada istrimu bahwa engkau berada di pihaknya jika dia benar, namun engkau terpaksa melakukannya karena menginginkan ridha kedua orang tuamu.
29.  Jika engkau berselisih dengan kedua orang tuamu di dalam masalah pernikahan atau perceraian, maka hendaknya kalian berhukum kepada syari’at karena syari’atlah sebaik-baiknya pertolongan bagi kalian.
30.  Doa kedua orang itu mustajab baik dalam kebaikan maupun doa kejelekan. Maka berhati- hatilah dari doa kejelekan mereka atas dirimu.
31.  Beradablah yang baik kepada orang-orang. Siapa yang mencela orang lain maka orang tersebut akan kembali mencelanya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Termasuk dosa besar adalah seseorang mencela kedua orang tuanya dengan cara dia mencela bapaknya orang lain, maka orang tersebut balas mencela bapaknya. Dia mencela ibu seseorang, maka orang tersebut balas mencela ibunya.” (Muttafaqun ‘alaihi).
32.  Kunjungilah mereka di saat mereka hidup dan ziarahilah ketika mereka telah wafat. Bershadaqahlah atas nama mereka dan banyaklah berdoa bagi mereka berdua dengan mengucapkan, “Wahai Rabb- ku ampunilah aku dan kedua orang tuaku. Waha Rabb-ku, rahmatilah mereka berdua sebagaimana mereka telah merawatku ketika kecil”.

Sumber: ghuroba.blogsome.com

Minggu, 22 Januari 2012

Sungguh Luar Biasa Perjuangan Anak- Anak ini...


Berjuang Menyeberang Agar Sampai Sekolah
Hanya untuk ke sekolah, pelajar-pelajar ini harus bertaruh nyawa, menyeberang jembatan yang runtuh di atas Sungai Ciberang, Lebak, Provinsi Banten. Jembatan ini baru dibangun pada 2001, tapi sudah runtuh akibat banjir yang terjadi pekan lalu (19 Jan 2012). Foto ini sudah muncul di publikasi internasional.
 Source : http://id.berita.yahoo.com/foto/berjuang-menyeberang-agar-sampai-sekolah-1327047195-slideshow/
Sungguh luar biasa perjuangan mereka untuk dapat bersekolah.. Semoga kelak mereka dapat menjadi generasi penerus bangsa yang berjuang dengan ikhlas untuk memperbaiki dan memajukan bangsa ini.
Ini merupakan suatu pembelajaran bagi kita agar kita lebih semangat lagi dalam menuntut ilmu...(Anak- anak saja begitu semangat melintas jembatan yang rusak demi menuntut ilmu maka kita harus lebih semangat lagi dengan kemudahan fasilitas yang tersedia... jangan menyia-nyiakan fasilitas yang tersedia...salut dech buat anak-anak ini semoga kelak  dapat menjadi orang yang berguna dan bermanfaat bagi orang tua, agama, dan bangsa..)
Selain menambah semangat bagi kita dalam menuntut ilmu hal ini juga dapat menjadi evaluasi bagi masyarakat dan pemerintah..Bagi masyarakat harus lebih memelihara dan merawat lingkungan, sarana dan prasarana.. Bagi pemerintah juga lebih memerhatikan kondisi rakyatnya, memperbaiki sarana dan prasarana yang layak digunakan oleh masyarakat umum demi menunjang kehidupan..Semoga bermanfaat..:)